Rabu, 06 Juni 2018

Daftar Harga Bibit Tanaman Unggul Murah Di UKM.Tani Muda, Sumatera Utara




=======================================================================


tags : jual, bibit, benih, tanaman, murah, unggul, berkualitas, bagus, di sumatera, sumatera utara, riau, aceh, jambi,  bengkulu, sumatera selatan, sumatera barat, lampung, Jakarta, banten, jawa barat, jawa tengah, jawa timur, aren, enau, asam gelugur, asam potong, cengkeh, cengkih, coklat, kakao, duku Palembang, rambutan binjai, kelapa hibrida, kelapa genjah, kelapa dalam, jambu jamaika, jambu madu deli hijau, jambu citra jumbo, jambu kesuma merah, jambu black kingkong, jambu Kristal, kelengkeng pingpong, pinang betara, kelengkeng aroma durian, kelengkeng puangray, kedondong, manggis, mangga, tongdam, lokmay, harum manis, arumanis, pala, lada perdu, lada panjat, jeruk nipis, melinjo, singkong gajah, kecambah sawit, sawit, kelapa sawit, karet, rambung, kecambah aren,  sawo, durian, musang  king, bintana, montong, monthog, kani, chanee, alpukat, apokat, avocado, pokat, mentega, jumbo, miki, markus, jati, ketapang, sengon, jabon, hp/wa  081370008997

Kamis, 20 Juli 2017

Menghitung Biaya Membangun Pabrik Kelapa Sawit Mini

Dewasa ini, pembukaan perkebunan kelapa sawit sudah banyak dilakukan orang di Indonesia. Kelapa sawit menjadi komoditi pilihan karena ia relatif mudah dibudidayakan dan dapat tumbuh nyaris di segala macam lahan. Mulai dari lahan pasang surut di tepian pantai sampai ke dataran tinggi di pegunungan, tanaman kelapa sawit tetap setia memberikan hasil yang cukup memuaskan bagi petani pembudidayanya.
Namun, budidaya kelapa sawit ini bukanlah tanpa kendala. Terutama bagi petani yang membuka perkebunan yang jauh dari pabrikan pengolah tandan buah segar (TBS). TBS adalah hasil panen perkebunan sawit.
Seringkali TBS sampai di pabrik kelapa sawit (PKS) sudah dalam keadaan tidak segar, hingga harganya sudah terjun bebas. TBS yang sudah lebih dari 2x24 jam dipanen, akan memberikan hasil akhir berupa CPO yang mengandung kadar asam yang tinggi. CPO dengan kadar asam tinggi ini tidak baik lagi jika diolah untuk bahan baku pangan. Tetapi masih bisa diolah untuk bahan baku biodiesel alias biosolar. Namun, adalah tak setara jika menyamakan harga jual biosolar (subsidi) dengan minyak makan, misalnya. Biosolar subsidi harganya jauh lebih murah bila dibandingkan dengan harga minyak makan, mentega, TBM, BOS, dan lain-lain produk akhir dari TBS.
Kendala pemasaran TBS makin parah saat panen raya, dimana PKS besar sudah nyaris tak membeli TBS dari luar lagi, karena kapasitas olah PKS itu yang hanya mampu menampung TBS hasil perkebunan mereka sendiri. Sebagai catatan, semua pemilik PKS wajib memiliki perkebunan sendiri saat akan mengajukan izin mendirikan pabrik kelapa sawit.
Dan, jika masa panen raya terjadi di musim hujan, alamatlah harga TBS petani akan dihargai makin murah, mengingat biaya trasportasi yang meninggi akibat sulitnya akses jalan. Belum lagi ditambah percepatan membusuknya TBS karena tingginya kadar air dan tingginya kelembaban udara.
Solusi terbaik yang bisa dihadirkan untuk masalah ini adalah dengan membangun sendiri PKS mini. Sebuah pabrik kelapa sawit akan dikategorikan sebagai PKS mini bila daya olahnya (kapasitas) di bawah 10 ton TBS per jam. Ada pun PKS yang mampu mengolah TBSantara 10-30 ton perjam, maka sudah dikategorikan sebagai PKS medium.
Sebagai petunjuk awal, dan ini yang paling utama, PKS mini akan potensialdibangun di suatu daerah, bila ongkos angkut TBS dari lahan petani ke tempat penjualan (PKS besar) di atas Rp.50/kg. PKS mini tidak menguntungkan bila dibangun di daerah yang ongkos angkutnya di bawah Rp.50/kg. Hal ini mengingat modal awal membangun sebuah PKS mini tidaklah murah. Namun akan lain ceritanya jika petani memang benar-benar kesulitan memasarkan TBS mereka.
Meski pun pembangunan dan pengusahaan PKS mini tidaklah terlalu menguntungkan, tetapi adanya jaminan penerimaan TBS yang dihasilkan, itu sudah cukup membantu petani.
Apa sebab PKS mini kurang menguntungkan? Secara umum, penyebabnya ada empat :
1.TBS mentah, menyebabkan rendemen rendah. Petani terkadang tidak sabar menunggu kematangan puncak TBS, yang ditandai dengan sudah jatuhnya berondolan sebanyak 6-10 butir pertandannya. Atau bisa juga karena karyawan bagian seleksi TBS main mata dengan penjual TBS.
2.Manajemen yang buruk. Pembukuan yang tak rapi dan pengaturan keuangan yang amburadul adalah penyebab banyaknya PKS mini gulung tikar. Ini biasanya terjadi jika pimpinan PKS mini diserahkan kepada oknum yang kurang bertanggung jawab.
3.Kurangnya pasokan TBS.
4.Lalainya pekerja dan/atau mandor hingga terjadi kerusakan mesin yang belum waktunya.
Baiklah, sekarang mari kita simak apa saja mesin-mesin yang dibutuhkan untuk membangun satu unit PKS mini. Di sini kita ambil contoh PKS mini dengan kapasitas olah 1 ton TBS/jam, masa kerja 21-22 jam/hari.
1.      Satu unit boiler kapasitas 600 kg uap/jam.

2.  Satu unit sterilizer kapasitas 1 ton tandan buah segar (TBS) per jam.

3.  Satu unit mesin penebah /threser.

4.  Satu unit Fruit elevator.

5.  Satu unit digester.

6.  satu unit screw press mini kapasitas 1 ton TBS/jam.

7.  Satu unit sand trap (pemisah pasir).

8.  Satu unit Vibrating Screen.

9.  Satu unit crude oil tank c/w pump (pompa CPO).

10. Satu unit tangki klarifikasi.

11. Satu unit tangki penampung CPO.

12. Satu unit cake breaker confeyor.

13. Satu unit fiber separator (pemisah serat).

14. Satu unit nut confeyor  c/w nut bin (inti sawit).

15. Satu unit ripple mill (penggiling dan pemeras) kapasitas 500 kg biji/jam

16. Satu unit genset 80 KVA

17. Satu paket instalasi listrik.

18. Satu paket piping dan valves (pipa dan katu-katup).

Ada pun besarnya biaya membangun unit PKS mini dapat dilihat dari tabel berikut ini. Harga-harga berlaku untuk Januari 2015 dan untuk daerah Sumatera Utara. Harga perkiraan bisa berubah-ubah sesuai dengan perubahan keadaan ekonomi, juga jauh dekatnya lokasi tempat akan didirikannya PKS mini tersebut.

Kapasitas ton/jam
Luas Kebun (ha)
Daya Listrik (KW)
Pekerja (orang/shift)
Biaya (miliar rp)

0,5
2.      150
30
3
1,45


0,75
250
40
4
1,90


1,5
500
80
5
2,50


3
1.000
150
6
3,25


5
1,650
250
8
8,3


10
3.300
375
10
15,7


Catatan :

1.Harga berlaku untuk permesinan buatan dalam negeri, jika menggunakan mesin impor, harga-harga bisa membengkak sampai dua tiga kali lipat.

2.Biaya tidak termasuk pengadaan lahan, pembersihan dan pembentukan lahan, dan perizinan serta biaya siluman (jika ada).

3.Biaya sudah termasuk sampai tahap ujicoba, namun bahan ujicoba (TBS) tidak dihitung.

***

Menurut pengalaman para pelaku yang sukses menjalankan PKS mini, margin keuntungan harian rata-rata adalah 8 persen dari jumlah harga pembelian TBS.

Capital Gain (pulang modal/titik impas) dicapai dalam waktu sekitar 4 tahun pada PKS miniberkapasitas 500 kg/jam dan 750 kg/jam, dan dalam waktu sekitar 3 tahun bagi PKS berkapasitas 1500 kg/jam. Pulang modal makin cepat pada PKS mini berkapasitas lebih besar dari 1.500 kg/jam.

Nah, jika Anda termasuk yang berminat membuka usaha PKS mini ini, gambaran di atas dapatlah memberikan ancar-ancar besarnya modal awal.

Selain menyelamatkan TBS dari kejatuhan harga, pembukaan PKS mini juga dapat membantu mengurangi jumlah pengangguran di negeri kita nan tercinta ini.

Mendirikan Pabrik Kelapa Sawit Mini, Tantangan dan Harapan


Beberapa telepon masuk. Dari beberapa pengusaha, calon investor pembangunan pabrik kelapa sawit mini (selanjutnya ditulis PKSM) di berbagai daerah. Umumnya mereka berminat menanamkan modalnya, karena melihat masih banyaknya tandan buah segar sawit (TBS) milik petani rakyat di berbagai daerah yang menjadi nyaris  tidak bernilai akibat jauhnya pabrik kelapa sawit yang bersedia membeli.
Di daerah Tarakan, Kalimantan, misalnya. Ada seorang Pak Anton Chan, pemilik 600 hektar perkebunan kelapa sawit. Tanaman kelapa sawitnya sudah berproduksi maksimal. Tetapi sang pemilik tak bisa menikmati hasil perkebunannya. Ongkos angkut dari lapangan ke PKS terdekat  mencapai Rp.400/kg TBS. Sesampainya di peron tunggu PKS, truk tertahan di panjangnya antrian. Kadang bisa sampai tiga hari. Yakni saat panen raya. Pemilik PKS lebih mengutamakan pengolahan TBS dari perkebunan miliknya sendiri. Sedangkan kapasitas PKS masih terbatas. Meski sudah dioperasikan selama 24 jam setiap harinya. TBS tetap over load.  
TBS yang sudah terlalu lama antri itu pun akhirnya ditimbang. Tonase susut jauh. TBS yang awalnya grade A, kini turun jadi grade B, kadang jatuh jadi grade C, karena sudah mulai terdekomposisi. Bila harga normal TBS itu adalah di kisaran Rp.1.300/kg, kini Pak Anton Chan hanya menerima nilai di seputaran Rp.700-800/kg. Dipotong ongkos angkut, upah panen, biaya perawatan kebun  dan persentase refund investasi, jangankan untung, bisa-bisa buntung. 
TBS bukanlah bahan mentah yang tahan lama. Maksimal 24 jam setelah panen, ia harus diolah. Jika tidak, maka kandungan asamnya akan naik. Akibatnya CPO yang dihasilkan tidak layak untuk dijadikan bahan pangan. CPO jenis ini biasa disebut dengan Asam Tinggi (AT).  AT hanya layak untuk bahan baku biodiesel. Sementara harga biodiesel di Indonesia masih kalah jauh dibandingkan minyak makan curah, misalnya. Apalagi kalau dibandingkan dengan harga minyak makan dalam kemasan.
Salah satu dari solusi masalah di atas adalah dengan membangun PKSM.  Pabrik kelapa sawit mini, yang mampu mengolah TBS antara lima ton sampai dengan lima belas ton perjam.  Dibawahnya lagi ada pabrik kelapa sawit mikro, yang kapasitas olahnya antara 0,5 ton s/d 5 ton perjam.
Lalu apa kendalanya?
1.Biaya mendirikan PKSM itu cukup mahal. Untuk wilayah Sumatera daratan saja, perkiraan kasarnya adalah Rp.2 miliar/ton/jam. Artinya, untuk membangun satu unit PKSM berkapasitas olah TBS 5 ton/jam, dibutuhkan dana sekitar 10 miliar rupiah. Itu belum termasuk :
2.Mahalnya izin. Ada sederet panjang izin yang harus diurus sebelum mendirikan PKS/PKSM. Ini daftarnya :

 1. UKL – UPL / RKL – RPL / AMDAL.
  2. SIUPP.
  3. SITU.
  4. HGB.
  5. IMB PABRIK.
  6. IMB Perumahan.
  7. Izin Gangguan HO.
  8. Izin Pembangunan Instalasi Pengolahan Limbah  (IPAL).
  9. Izin Radio.
10. Izin Land Aplikasi (jika ada).
11. Izin Mesin-mesin Pabrik :
12. Izin Timbangan.
Panjangnya daftar izin itu jelas mencerminkan panjangnya jalur birokrasi, dan besarnya biaya yang harus dikeluarkan.  Akibat hal ini, tak jarang para calon investor kelas menengah yang semula berminat untuk menanamkan modalnya dengan mendirikan PKSM di daerah terpencil, jadi mundur teratur.
Akibatnya dapat diduga, TBS milik petani rakyat menumpuk, sering malah tak jadi diangkut. Bila musim penghujan tiba, kondisi ini pun akan makin parah.
Rakyat yang tadinya gegap gempita beriang hati mengikuti program transmigrasi, menanam kelapa sawit, kini hanya bisa gigit dua jari, karena TBS miliknya tidak laku dijual.
Sudah saatnya pemerintah, pusat dan daerah, untuk menyederhanakan perizinan pendirian PKSM. Memangkas biayanya, bila perlu, tergantung kondisi,  mencukur gundul. Jangan lagi melihat pengusaha calon investor pendirian PKS mini itu laksana melihat rendang siap santap. Betapa pun mereka berniat mencari keuntungan, tetapi terlebih lagi pikirkanlah sisi terbantunya petani kelapa sawit di daerah terpencil. 
Patut dicatat, sebuah PKSM tidak akan dibangun di daerah yang moda transportasinya lancar dan jumlah PKS yang sudah ada telah mencukupi. PKSM itu padat modal dan padat karya, tidak akan mampu bersaing dengan PKS besar. Sehingga sudah selayaknya pemerintah turun tangan membantu.
Petani rakyat di pedalaman yang sedang sekarat karena hasil buminya tak laku itu, wajiblah dibantu. Bila tak mampu atau tak mau membantu, setidaknya biarkanlah pihak swasta yang membantu. Jangan malah dipersulit, atau dianggap sebagai ladang bancakan baru.

***Ditulis oleh : Muhammad Isnaini alias Bang Pilot, seorang penulis, blogger dan wartawan.

Membangun Pabrik Kelapa Sawit Mini (Part 2)

Yang dimaksud dengan pabrik kelapa sawit mini (PKSM) adalah sebuah unit pabrik yang digunakan untuk mengolah tandan buah segar kelapa sawit (TBS) dan berondolan, menjadi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO), dengan kapasitas olah lima ton TBS perjam atau kurang.  Dengan asumsi satu hari adalah 22 jam kerja (2 jam adalah masa kumulatif perbaikan), maka satu unit PKSM dalam satu hari maksimal dapat mengolah TBS sebanyak 110 ton.

Ditinjau dari segi kemampuan olah jenisnya, PKSM terbagi dua. Yang pertama adalah yang hanya mampu menghasilkan CPO; dan yang kedua adalah yang juga mampu menghasilkan palm kernel oil (PKO) atau minyak inti sawit. Pada PKSM yang hanya mampu menghasilkan CPO, kernel dijual dalam bentuk butiran utuh. Tentu saja setelah kernel dipisahkan dari cangkangnya.

Beberapa pengusaha bahkan membangun PKSM dengan produk akhir minyak makan curah. Tentu saja biaya pembangunan PKSM model begini akan sedikit lebih besar, tetapi juga dengan margin yang lebih baik.

Sebelum memutuskan untuk membangun PKSM, seorang calon pembangun PKSM haruslah menghitung dahulu, apakah cita-citanya itu sudah layak untuk diwujudkan atau sebaiknya ditunda dulu. Jangan sampai, setelah banyak modal yang dikucurkan, tetapi hasil yang diperoleh ternyata mengecewakan.

Ada banyak faktor yang harus diperhitungkan secara mendetail sebelum memutuskan untuk berinvestasi pada sebuah PKSM. Misalnya ketersediaan modal pembangunan, kemampuan mendapatkan izin dari pihak berwenang, kondisi sosial, ketersediaan lahan, ketersediaan  bahan baku, varietas mayoritas tanaman kelapa sawit yang ada, harga TBS, harga CPO, harga kernel, harga PKO, harga asam tinggi, harga cangkang, besaran UMR, ketersediaan air, biaya  mobilitas/transportasi,  dan lainnya. Semua hal ini diperhitungkan dalam langkah pertama, yakni tahapan project feasibility study (PFS). Hal paling mendasar yang harus dilakukan dalam project feasibility study ini adalah survey lapangan. Dengan survey langsung ke lapangan, perhitungan nilai investasi dan nilai margin yang lebih mendekati tetapan bisa dilakukan, hingga pada gilirannya  dapat diputuskan apakah sebuah PKSM layak dibangun di tempat itu atau tidak.  

Jika tahapan ini tidak mampu dilakukan oleh calon pemilik PKSM, maka kami dapat membantu menyelesaikannya.

Terkadang, pihak calon pemilik PKSM meminta untuk dibuatkan rencana anggaran biaya membangun satu unit PKSM hanya dengan mengirimkan data yang minim. Padahal, hal itu dapat menyebabkan selisih perhitungan yang lumayan besar. Besaran dana pembangunan satu unit PKSM berkapasitas 5 ton perjam di satu daerah bisa berbeda cukup besar dibandingkan bila dibangun di daerah lain. Karena itu, survey lapangan oleh tim ahli sifatnya adalah wajib.

Menurut pengalaman kami, ada juga pihak yang tetap menginginkan dibangunkan sebuah PKSM, meski pun menurut  hasil PFS potensi marginnya tidaklah terlalu besar. Hal ini bisa terjadi karena pada musim panen raya, TBS miliknya sering tidak terjual, atau terjual dengan harga yang terlalu murah. Ada juga yang bersikeras membangun PKSM karena pada musim hujan, biaya transportasi terlalu mahal, atau TBS sudah menurun mutunya ketika sampai di PKS yang membeli, akibat sarana jalan yang kurang mendukung. Intinya, banyak juga pengusaha yang membangun PKSM bukanlah semata untuk mencari keuntungan besar , tetapi lebih karena ingin menghindari kerugian yang lebih besar.

Setelah PFS dinyatakan layak, maka tahapan selanjutnya adalah pembangunan fisik unit-unit pengolah pada PKSM. Pembangunan meliputi penyesuaian lahan, pembangunan pondasi, pengadaan dan pemasangan mesin-mesin pengolah, pemasangan instalasi pipa dan listrik, dll.

Ketika semua tahapan pembangunan fisik diselesaikan, maka selanjutnya PKSM yang sudah terbentuk dijalankan tanpa beban terlebih dahulu (running test). Mesin-mesin dan perangkat lainnya digerakkan tanpa diberi beban TBS atau berondolan. Pada tahapan ini, semua calon pekerja sudah harus ikut pelatihan praktek kerja. Jika running test dinyatakan clear, maka tahapan seterusnya adalah ujicoba pengolahan.  Jika ujicoba pengolahan dinyatakan belum clear, maka dilakukan perbaikan seperlunya.

Setelah ujicoba pengolahan selesai, maka masuklah masa produksi. Biasanya masa produksi awal ini juga adalah masa garansi. Bentuk dan tenggat waktu garansi dibuat berdasarkan kesepakatan antara pemilik dan kontraktor.  

Pada dasarnya, jenis dan cara kerja  unit-unit mesin pengolah pada PKSM adalah sama dengan unit-unit mesin pengolah pada PKS menengah atau PKS besar. Yang berbeda hanya kapasitasnya.


Diantara kelengkapan dan unit-unit mesin pengolah itu adalah :


boiler (a), sterilizer (b), thresher (c), screw press (d), clarification tank (e), digester (f), fruit elevator (g), ripple mill (h), fibrating screen (i), dan tangki penampungan (j)

Selain unit-unit utama di atas, PKSM masih harus memiliki beberapa unit pendukung lainnya seperti timbangan truk, peron stok TBS, perpipaan, sumur bor (bila tidak ada sumber air murah lainnya), genset (bila PLN tidak memadai), instalasi listrik, control room, mini lab, UPL, dan beberapa perangkat penunjang lainnya.

Benar bahwa untuk membangun PKSM membutuhkan modal yang lumayan besar, tetapi margin yang didapat juga cukup bagus, karena itulah biasanya pengusaha PKSM bisa balik modal dalam waktu kurang dari tiga tahun.

Kunci utama kesuksesan menjalankan usaha PKSM adalah disiplin pekerja, pengawasan dan manejerial. Tanpa ketiganya, sulit untuk bisa berhasil dengan baik. Bagian yang paling rawan korupsi adalah bagian timbangan dan sortasi TBS. Bagian unit pengolah yang paling rawan rusak apabila pekerja lalai adalah boiler.


***Ditulis oleh Muhammad Isnaini, HP/WA.0813 7000 8997.


Jumat, 03 April 2015

Cara Membangun Pabrik Kelapa Sawit Mini

Bagi yang berminat membangun pabrik kelapa sawit mini (PKSM) di daerahnya, silahkan hubungi hp. 0813 7000 8997 dengan Muhammad Isnaini alias Bang Pilot.

Sebagai gambaran, biaya membangun PKSM itu untuk wilayah pulau Sumatera daratan, sekitar Rp.2 miliar perton perjam. Jadi, kalau kapasitas 3 ton perjam atau 66 ton tbs perhari, biayanya sekitar 6 miliar rupiah.
Biaya tidak termasuk pengadaan lahan dan perizinan. Juga tidak termasuk biaya membeli tbs untuk ujicoba dan juga di luar biaya pembuatan IPAL.

Biaya sudah termasuk konsultasi, studi banding ke PKSM yang sudah kami kerjakan, pembangunan fisik hinga mulai beroperasi dan pelatihan operator. 

PKSM yang paling efektif adalah yang berkapasitas 5 ton tbs/jam.

Semakin kecil, maka akan semakin kurang efisien.

Namun semua hal dapat disesuaikan dengan keadaan.